Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post Terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya...

Perusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global mengurangi jejak karbon seperti dalam komitmen Net Zero Carbon 2060.

Industri di Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kebutuhan untuk terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas menjadi tuntutan pasar yang tak terelakkan. Namun, di sisi lain harus segera mencapai Net Zero Carbon 2060. Bagi para Manajer Pabrik dan jajaran Direksi, tantangan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang memerlukan solusi konkret. 

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana solusi biogas dapat membantu industri Anda mengatasi tantangan emisi, mengoptimalkan biaya, dan membangun citra perusahaan yang bertanggung jawab.

Indonesia memiliki potensi besar limbah organik dan menurut perhitungan oleh pemerintah Indonesia menunjukan, POME di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 1,5 miliar meter kubik biomethane per tahun—setara dengan 1,1 miliar liter solar. Limbah ini, yang sering dianggap sebagai masalah, sebenarnya adalah sumber daya energi yang belum dimanfaatkan.

Memilih biogas berarti mengambil langkah strategis yang menguntungkan secara finansial dan lingkungan. Dengan teknologi biogas, perusahaan Anda bisa:

  • Mengubah Limbah Menjadi Energi: Alih-alih mengeluarkan biaya untuk pengelolaan limbah, Anda bisa mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan, mengurangi biaya operasional, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Mencapai Target Net Zero Carbon: Biogas secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini adalah langkah nyata perusahaan menuju keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Perusahaan biogas di Indonesia seperti PT Organics Bali berperan sebagai mitra penting dalam transisi energi ini, menyediakan keahlian untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan fasilitas biogas yang efisien. Ini adalah investasi cerdas yang mengubah masalah limbah menjadi solusi energi yang bersih dan menguntungkan

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan & Dukungan Regulasi Pemerintah Indonesia

  • Manfaat Ekonomi: Mengurangi biaya operasional dengan mengubah limbah menjadi energi, membebaskan perusahaan dari fluktuasi harga bahan bakar fosil.
  • Manfaat Lingkungan: Meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon, membantu perusahaan mencapai target Net Zero Carbon dengan mengubah metana limbah menjadi sumber energi bersih.
  • Dukungan Regulasi: Pemerintah Indonesia mendukung pengembangan biogas melalui Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022, memberikan landasan hukum yang kuat bagi investasi di sektor ini.

Insentif pajak untuk perusahaan energi terbarukan di Indonesia mencakup Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh), fasilitas impor, dan fasilitas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Peran PT Organics Bali sebagai Perusahaan Biogas di Indonesia

Sebagai mitra strategis, PT Organics Bali hadir untuk menjembatani tantangan industri dengan solusi energi terbarukan. Perusahaan ini bukan sekadar penyedia teknologi, melainkan bagian dari Organics Group, sebuah grup global dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang energi bersih dan pengelolaan limbah. Dengan rekam jejak lebih dari 300 proyek di seluruh dunia, Organics Bali membawa keahlian internasional ke pasar Indonesia.

Profil Perusahaan:

  • Spesialisasi: Organics Bali berfokus pada layanan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek energi terbarukan. Mereka ahli dalam mengubah berbagai limbah organik, seperti POME dan limbah singkong, menjadi sumber energi bernilai tinggi.

Pendekatan Solusi: Perusahaan ini tidak menawarkan solusi satu ukuran untuk semua. Sebaliknya, mereka merancang dan membangun sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pabrik, memastikan efisiensi dan hasil yang optimal.

Layanan yang Ditawarkan

Sistem Anaerobic Digestion 
Teknologi inti yang mengubah limbah organik menjadi biogas.

Biogas-to-Electricity

Solusi lengkap untuk mengubah biogas menjadi listrik yang dapat digunakan langsung untuk operasional pabrik atau dijual ke jaringan.

Compressed BioMethane (CBM)

Produksi biomethane berkualitas tinggi yang dapat dikompresi untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan atau industri, setara dengan gas alam

Pirolisis untuk Biochar

Pemanfaatan limbah padat (sludge) dari proses biogas menjadi biochar, pupuk organik yang kaya karbon dan memiliki nilai jual.

Jasa Konsultasi dan Desain

Mulai dari studi kelayakan hingga desain terperinci, memastikan setiap proyek dibangun di atas perencanaan yang solid.

Studi Kasus: Investasi dan ROI Biogas

Berikut gambaran dari proyek nyata di Indonesia, terutama di industri kelapa sawit:

Investasi Awal (CAPEX): Untuk pabrik skala industri, investasi berkisar antara Rp 20 miliar hingga Rp 40 miliar.

Pengembalian Modal (ROI):

  • Penghematan: Pabrik bisa menghemat miliaran rupiah per tahun dari pengurangan biaya bahan bakar fosil (diesel).
  • Pendapatan Tambahan: Potensi penjualan listrik surplus ke PLN.
  • Payback Period: Investasi dapat kembali dalam waktu 1,5 – 3 tahun.
  • IRR: Proyek ini seringkali menghasilkan IRR antara 12% hingga 40%, membuktikan kelayakan finansial yang tinggi.

PT Organics Bali telah berhasil mewujudkan studi kasus ini, membantu klien mengubah limbah POME menjadi sumber energi yang mandiri dan menguntungkan. Ini membuktikan bahwa biogas adalah investasi cerdas untuk efisiensi operasional dan keberlanjutan.

FAQ tentang Implementasi Biogas di Indonesia

1. Seberapa aman instalasi biogas?

Sangat aman. Sistem kami dilengkapi kontrol otomatis dan sensor SCADA untuk mencegah risiko. Selain itu flare yang beroperasi secara otomatis untuk menjaga tekanan biogas. Keamanan adalah prioritas utama dan instalasi dibangun sesuai standar internasional.

2. Siapa yang mengoperasikannya?

Staff pabrik bisa mengelola sendiri dengan pelatihan dan panduan yang Organics berikan pada saat serah terima atau comissioning

3. Apa produk lain dari proses ini?

Selain energi, proses ini menghasilkan bio-slurry (pupuk organik) yang dapat digunakan sendiri atau dijual, menciptakan sumber pendapatan baru.

4. Berapa lama instalasi biogas bisa selesai?

Pembangunan instalasi skala industri umumnya membutuhkan waktu 12 bulan. Namun kami menjamin ketepatan timeline proyek sesuai dengan kontrak. Durasi ini bergantung pada kompleksitas proyek, perizinan, dan skala instalasi yang dibutuhkan untuk mengolah limbah pabrik Anda.

Ingin Mengolah Energi Terbarukan Dari Bio Digester?

Hubungi Organics Bali untuk konsultasi gratis, cek katalog produk, dan temukan bio digester yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya terbuang.

Di Indonesia, kebutuhan akan pengelolaan limbah berkelanjutan semakin mendesak, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun industri pariwisata. Organics Bali menyediakan solusi bio digester skala industri yang andal, efisien, dan berkelanjutan, membantu perusahaan mengelola limbah sekaligus menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

;

Post Terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya...

Bio digester adalah sebuah alat yang dirancang untuk mengolah limbah organik seperti sisa makanan, kotoran ternak, atau limbah pertanian menjadi energi terbarukan berupa biogas serta menghasilkan pupuk organik. Proses ini terjadi melalui fermentasi anaerob, yaitu penguraian oleh bakteri tanpa oksigen.

Fungsi utama bio digester bukan hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga memberi manfaat ganda: menyediakan energi bersih yang bisa digunakan untuk memasak atau listrik, serta menghasilkan pupuk cair maupun padat yang bermanfaat bagi pertanian. Dengan cara ini, limbah yang tadinya jadi masalah berubah menjadi sumber daya yang bernilai.

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

Jenis Bio Digester yang Tersedia

1. Anaerobic Digester – Closed Lagoon Biogas Reactor (CLBR)

Merupakan teknologi paling populer di sektor pertanian dan agroindustri di Indonesia. Sistem ini relatif lebih murah dan cocok untuk pengolahan limbah cair organik dalam skala besar seperti POME (Palm Oil Mill Effluent). CLBR banyak dipilih karena konstruksi sederhana, biaya investasi lebih rendah, dan mudah dioperasikan.

2. Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)

Sistem digester dengan pengadukan kontinyu yang cocok untuk industri dengan lahan terbatas, karena membutuhkan area yang lebih kecil dibanding CLBR. Walaupun investasi lebih tinggi dan kontrol operasional lebih kompleks, CSTR memberikan efisiensi tinggi dalam produksi biogas serta stabilitas proses.

3. Dry Cell Anaerobic Digester (DCAD)

Teknologi terbaru yang dirancang untuk mengolah municipal solid waste (MSW) atau limbah organik dengan kadar padatan tinggi (>35%). Tidak membutuhkan pencampuran air, sehingga lebih hemat energi dan fleksibel untuk berbagai jenis feedstock (sampah organik perkotaan, limbah kebun, sisa pertanian, hingga litter ternak). Selain menghasilkan biogas, digestate yang dihasilkan dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk cair, RDF, atau biochar

Cara Kerja Bio Digester

Proses kerja bio digester sebenarnya cukup sederhana, namun memberi hasil yang besar. Secara garis besar, langkah-langkahnya seperti ini:

  1. Input Limbah Organik
    Limbah yang bisa dimasukkan meliputi kotoran ternak, sisa makanan, limbah dapur, dan sisa pertanian. Semua bahan ini dialirkan ke dalam tangki bio digester.

     

  2. Proses Fermentasi Anaerob
    Di dalam tangki, bakteri pengurai bekerja tanpa adanya oksigen. Proses ini menghasilkan gas metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂) yang kemudian terkumpul di ruang atas digester.

     

  3. Produksi Biogas
    Gas metana yang terbentuk dialirkan melalui pipa khusus dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, misalnya untuk memasak atau bahkan pembangkit listrik skala kecil.

     

  4. Hasil Samping (Digestate)
    Selain biogas, proses ini juga menghasilkan pupuk organik cair dan padat. Pupuk ini bisa langsung dimanfaatkan untuk lahan pertanian atau dijual sebagai produk tambahan.

     

  5. Pemanfaatan Energi & Pupuk
    Biogas yang dihasilkan mengurangi ketergantungan pada LPG atau listrik konvensional, sementara pupuk organik meningkatkan kesuburan tanah tanpa efek samping bahan kimia.

     

Dengan alur sederhana ini, bio digester mampu mengubah limbah yang biasanya jadi masalah menjadi solusi energi dan pertanian yang berkelanjutan.

Contoh Penerapan dan Manfaat Ekonomi

SegmenContoh PenerapanManfaat Ekonomi
Agroindustri SawitPemanfaatan POME (Palm Oil Mill Effluent) dengan CLBR untuk menghasilkan biogas.Hemat biaya energi pabrik, efisiensi pengelolaan limbah cair, peluang tambahan dari penjualan listrik atau BioCNG, serta potensi carbon credit.
Industri Pangan & MinumanInstalasi CSTR untuk mengolah limbah cair organik dengan efisiensi tinggi.Mengurangi biaya pengolahan limbah, pasokan energi stabil untuk operasional, serta penghematan biaya energi jangka panjang.
Pengelolaan Sampah PerkotaanPenggunaan DCAD (Dry Cell Anaerobic Digester) untuk municipal solid waste (MSW) dan limbah organik padat.Mengurangi beban TPA, produksi biogas untuk energi lokal (listrik/BioCNG), pendapatan baru dari kompos, pupuk, RDF, atau biochar.
Rumah Potong Hewan & Peternakan Skala BesarDigester industri untuk mengolah kotoran ternak dan limbah pemotongan.Menurunkan biaya energi, mengurangi bau dan pencemaran, menghasilkan pupuk organik bernilai jual.

Peran Organics Bali

KONSULTASI

Memberikan konsultasi untuk menentukan kapasitas dan jenis bio digester yang sesuai.

INSTALASI

Menyediakan layanan instalasi sesuai kondisi lapangan.

KOMISIONING

Melatih pengguna dalam perawatan harian dan pemanfaatan hasil.

KONSULTASI

Memberikan konsultasi untuk menentukan kapasitas dan jenis bio digester yang sesuai.

INSTALASI

Menyediakan layanan instalasi sesuai kondisi lapangan.

KOMISIONING

Melatih pengguna dalam perawatan harian dan pemanfaatan hasil.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bio Digester

1. Berapa lama daya tahan bio digester?

Dengan desain rekayasa yang tepat dan perawatan rutin, bio digester skala industri bisa bertahan hingga 15–20 tahun. Kualitas material tangki serta sistem kontrol berpengaruh besar terhadap umur pemakaian.

2. Berapa kapasitas biogas yang bisa dihasilkan?

Kapasitas tergantung pada teknologi yang digunakan, volume, dan jenis limbah organik yang diolah.

  • CLBR (Closed Lagoon Biogas Reactor): cocok untuk POME dengan kapasitas sangat besar di sektor kelapa sawit.

  • CSTR (Continuous Stirred Tank Reactor): lebih efisien, cocok untuk industri dengan lahan terbatas.

  • DCAD (Dry Cell Anaerobic Digester): efektif untuk limbah padat seperti municipal solid waste (MSW).

Idealnya, limbah POME (Palm Oil Mill Effluent) memiliki nilai COD dan BOD yang tinggi, sehingga menghasilkan banyak gas metana dibandingkan limbah cair lainnya.

3. Apa saja bahan baku yang bisa dimasukkan?
  • Limbah cair industri pangan dan minuman

  • POME (Palm Oil Mill Effluent)

  • Kotoran ternak skala besar

  • Sampah organik perkotaan (food waste, green waste, agricultural residue)

Bahan kimia berbahaya, plastik, logam, atau benda keras tidak boleh dimasukkan karena dapat merusak sistem.

4. Apakah hasil sampingnya aman digunakan?

Ya. Digestate dari bio digester bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun padat, kompos, RDF, atau biochar. Produk samping ini bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan karena mengandung nutrisi alami dan aman untuk pertanian.

Ingin Mengolah Energi Terbarukan Dari Bio Digester?

Hubungi Organics Bali untuk konsultasi gratis, cek katalog produk, dan temukan bio digester yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Net Zero Waste Roadmap  & Renewable Energy Potential in Palm Oil Mill Indonesia

Net Zero Waste Roadmap  & Renewable Energy Potential in Palm Oil Mill Indonesia

Isometric illustration of Anaerobic Digester in Organics Bali

Written by

Recent Post

POME Waste to Biogas – PT EVANS

POME Waste to Biogas – PT EVANS

Digester Biogas dari Palm Oil Mill Effluent (pome)PT EVANSEast KalimantanThe project was for the design, installation, and commissioning of a Closed Lagoon Bio-Reactor (CLBR) for the treatment of palm oil mill effluent (POME). The objective of the project was to meet...

See More..

Palm oil mills have great potential to support the transition to renewable energy through effective waste management. One innovative way that is gaining attention is the utilization of liquid waste such as POME (Palm Oil Mill Effluent) to produce biogas, a solution that not only reduces environmental impact but also provides long-term economic benefits. By processing solid waste into biochar through the pyrolysis process, palm oil mills can further contribute to efforts to reduce carbon emissions and support sustainability efforts through the implementation of the Net Zero Waste Roadmap.

1. Palm Oil Mill Production : Managing Waste into Energy Sources

 

Production in a palm oil mill begins with the process of extracting oil from fresh fruit bunches (FFB). This process produces various types of waste, both liquid and solid, which require management to reduce negative impacts on the environment. One of the main liquid wastes produced is POME (Palm Oil Mill Effluent), which can be processed into biogas through a biogas processing system.

For example, a palm oil mill with a production capacity of 60 tons of FFB per hour can produce around 4,000-6,000 Nm³ of biogas per day. This is due to the high organic content in POME which makes it an effective source of biogas fuel. In addition, other waste produced by palm oil mills such as empty fruit bunches, shells, and fibers can also be further processed to produce biogas or used as other renewable energy sources. Therefore, the processing of this waste, including the conversion of POME into biogas, is an important step in utilizing liquid waste into high-potential fuel.

2. POME : Ideal Biogas Feedstock

POME is a liquid waste produced from the palm oil processing process. In general, POME has a very high organic content, including fatty acids, oils, and suspended solids. This high organic content, especially significant COD and BOD values, makes POME very dangerous if not managed properly. Thus, high COD and BOD reflect the large amount of oxygen needed to decompose organic matter in water, which can cause a decrease in dissolved oxygen in water bodies if POME is discharged without treatment. This can result in the death of aquatic organisms and damage the aquatic ecosystem.

Therefore, POME is an ideal material for biogas plants for several main reasons:

  • High Organic Content: POME has a COD (Chemical Oxygen Demand) value of around 50,000 – 80,000 mg/L and a BOD (Biochemical Oxygen Demand) of around 25,000 – 35,000 mg/L, making it very suitable for biogas treatment systems. The high organic content is the main ingredient used in making biogas through anaerobic processes in biogas reactors such as biogas digesters.
  • Large and Consistent Volume: Every ton of fresh fruit bunches (FFB) processed can produce around 0.5-1.2 tons of POME. Because the abundant availability of POME supports biogas waste management on a large scale, it allows biogas plants to operate sustainably and efficiently.
  • Efficiency in Reducing Environmental Impacts: Processing POME in biogas plants not only produces renewable energy but also reduces environmental impacts significantly. POME, if not processed, can pollute the environment.
  • Favorable Composition for Anaerobic Processes: POME has a pH and temperature that are close to optimal for the biogas production process in biogas digesters. Its nutritional content supports the growth of microorganisms needed for biogas monitoring and biogas production.

Biogas Utilization from POME: Environmental and Economic Solution

Biogas is the most ideal solution for processing POME (Palm Oil Mill Effluent) because it not only offers energy efficiency by producing biogas that can be used as an alternative energy source, but also provides significant environmental benefits. In addition, from a commercial perspective, although the initial investment costs are quite high, biogas can be a profitable long-term income. Furthermore, the results of biogas and its residues, such as organic fertilizer and biochar, offer additional income opportunities and added value, making it a sustainable and profitable investment in the long term.

Organics Bali has the expertise and advanced technology in utilizing the potential of POME for biogas production. With high-reliability European technology standards, we ensure that our biogas plants operate efficiently and smoothly after the commissioning process. We have installed and operated four active biogas plants in Indonesia, including in Sumatra and Kalimantan. Click the following link to view our portfolio and find out how we can help you optimize the potential of POME into profitable biogas.

3. Solid Waste: Converting Waste into Biochar

In addition to POME, palm oil mills also produce various types of solid waste such as empty bunches, fronds, palm shells, and fibers. Each type of solid waste has the potential to be processed into biogas or other more valuable products, one of which is biochar.

However, special testing is needed to determine the effectiveness and quality of the biochar produced. Organics Bali has a Research and Development facility in Bandung equipped with special equipment to conduct this testing. Furthermore, we use reference standards from the World Biochar Certificate (WBC) and Carbon Standards International to ensure that the biochar quality parameters are met.

4. Pyroclast – The Processing Biomass into Biochar

Biomass pyrolysis is a thermochemical process that breaks down organic matter at high temperatures without oxygen. One of the products of the pyrolysis process is biochar. Biochar has various benefits, one of which is its contribution to carbon sequestration or carbon absorption.

The results of the biomass pyrolysis process include:

  • Biochar: A solid product rich in carbon, useful as a soil ameliorant, pollutant absorber, and fuel.
  • Biogas: A mixture of gases, mainly methane (CH₄) and carbon dioxide (CO₂), that can be used as a renewable energy source.
  • Pyrolysis Oil: A complex liquid consisting of various organic compounds, including phenols, organic acids, and ketones. This oil can be used as fuel or further processed into chemicals.
  • Flying Gas: Other light gases such as hydrogen (H₂), carbon monoxide (CO), and methane (CH₄) that can also be used as fuel.

The results of pyrolysis vary depending on the type of biomass, pyrolysis temperature, and process conditions.

Why Biochar is an Ideal Solution for Biomass:

Biochar is an ideal solution for biomass for several key reasons:

  • Effective Carbon Storage: Plant photosynthesis absorbs CO₂ from the atmosphere and stores it in biomass. When plants die or are cut down, this carbon is released back into the atmosphere as CO₂. Sustainable biomass management aims to prevent this carbon release.
  • Pyrolysis as a Solution: Pyrolysis is an ancient technique that has been used for over three thousand years to address the problem of carbon release. Specifically, the process involves heating biomass in an oxygen-free environment, producing a stable product.
  • Biochar Production: During pyrolysis, biomass is converted into biochar, a stable form of carbon that can be used as a soil ameliorant. Thus, biochar helps improve soil health and reduce greenhouse gas emissions.
  • Carbon Sequestration Method: Biochar functions as a carbon sequestration method, storing carbon in a form that is not easily broken down and preventing it from returning to the atmosphere as CO₂.
  • Carbon Credits: The use of biochar in agriculture can be categorized as an emission reduction project that has the potential to earn carbon credits, especially in voluntary carbon market schemes. For example, the potential of biochar as part of the climate solution in Indonesia is recognized and supported by the Indonesian government, as stated in the Regulation of the Minister of Environment and Forestry Number 7 of 2023 concerning Procedures for Carbon Trading in the Forestry Sector.

By using biochar, biomass is not only managed sustainably but also makes a positive contribution to the environment and economy through emission reduction and carbon credit trading.

5. Complete Biogas Plant – Biogas Feedtrain

Biogas feedtrain refers to the system or process used to manage and feed feedstock into an anaerobic digestion system for biogas production. It includes several important stages in the processing of the feedstock before it enters the anaerobic digestion reactor. The following are the main components of a biogas feedtrain:

1. Biogas Plant

The biogas plant is the initial component that includes the collection and digestion of organic matter to produce biogas. It consists of an Anaerobic Digester (AD), where anaerobic digestion occurs in the absence of oxygen, and a Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR).

  • Anaerobic Digester (AD): The biogas reactor where the anaerobic fermentation process occurs to produce biogas. The biogas digester is an essential component that enables the production of biogas from organic waste.
  • Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR): The ideal biogas digester component for POME treatment as it allows for uniform mixing and efficient gas separation.

Anaerobic Digester (AD) is the most ideal component for palm oil mills because it is able to handle large volumes of POME and produce biogas with high efficiency. In addition, the CSTR system allows for better process control, ensuring stable biogas production, but at a higher price.

2. Gas Engine

The Gas Engine function is to move and regulate the flow of biogas from the reactor to the purification or storage system. A blower is used to move the biogas gas through the system, while a gas pump helps move the biogas from one part of the system to another. Both of these machines are essential to ensure a stable and consistent gas flow.

3. Biogas Purification or Treatment

Biogas purification or treatment is the stage where the biogas is cleaned and treated to remove contaminants.

  • Bioscrubber uses microorganisms to remove contaminants
  • Chiller cools the biogas to reduce humidity and condensation.
  • Filters remove solid particles and contaminants,
  • Siloxanes that can damage equipment must be removed through the purification process.
  • Flare serves as a safety system to burn gas that cannot be stored or used, reducing the risk of explosion or leakage.

4. Electric Generator

After the gas purification stage, the final stage is the conversion of biogas into electricity through the power house. The electric generator in the power house converts the purified biogas into electricity. The electricity produced can be used for various purposes, either for factory operational needs or sold to PLN. The sale of electricity must comply with applicable regulations, which will be discussed in the next section.

In addition to electricity, biogas can also be used as Co-Firing, and these benefits can be a source of long-term income. Click the following link to read related articles on what can be used from Biogas and its economic benefits.

6. Compressed BioMethane (CMB) 

Compressed BioMethane (CBM) is a biogas fuel that has been purified and compressed into pure methane, offering higher and cleaner combustion efficiency than fossil fuels. The purification process removes CO2 and impurity gases, resulting in CBM which is ideal as an alternative fuel.

In Indonesia, with many palm oil mills, CBM can be an efficient solution for fuel for transport trucks, from fruit to the final CPO product. In addition to the economic benefits of saving fuel costs, CBM also contributes to reducing carbon emissions and dependence on fossil fuels.

CBM can also be developed into BioLNG, with the added benefit of higher energy density. For more information, watch our webinar recording at the following link :

Regulatory Framework: Supporting Biogas and Biochar Development in Indonesia

The implementation of biogas and biochar technology in Indonesia cannot be separated from strong regulatory support. The Indonesian government has issued various regulations that support the development of renewable energy, including in the utilization of industrial waste such as POME. Here are some relevant regulations:

  • Presidential Regulation No. 112 of 2022 concerning the Acceleration of New and Renewable Energy (EBT) Development
  • Ministerial Regulation of the Environment and Forestry Number 7 of 2023 concerning Procedures for Carbon Trading in the Forestry Sector
  • Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 50 of 2017 concerning the Utilization of Renewable Energy for Electricity Provision

With the support of these regulations, palm oil mills that implement biogas and biochar technology not only contribute to sustainability efforts but can also take advantage of various incentives and carbon trading schemes available.

Conclusion: A Pathway to Sustainable Palm Oil Production

The application of biogas and biochar in the management of palm oil mill waste offers several significant benefits. First, biogas from POME not only provides a renewable energy source but also reduces greenhouse gas emissions, supporting the Net Zero goal.

With Organics, palm oil mills can adopt technologies that can improve operational efficiency, reduce environmental impacts, and open up new economic opportunities through carbon trading and renewable energy production. In addition, regulatory support from the Indonesian government further strengthens the position of biogas and biochar as an integral part of a more environmentally friendly and sustainable future for the palm oil industry.

Sumber:

Nasution, M. A., Wulandari, A., Ahamed, T., & Noguchi, R. (2020). Alternative POME treatment technology in the implementation of Roundtable on Sustainable Palm Oil, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), and Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) standards using LCA and AHP methods. Sustainability, 12(4101). https://doi.org/10.3390/su12104101

Sodri, A., & Septriana, F. E. (2022). Biogas power generation from palm oil mill effluent (POME): Techno-economic and environmental impact evaluation. Energies, 15(7265). https://doi.org/10.3390/en15197265

World Biochar Certificate. (2023). Guidelines for a sustainable production of biochar and its certification (version 1.0). Carbon Standards International. http://www.european-biochar.org

Zhu, L., Lei, H., Zhang, Y., Zhang, X., Bu, Q., Wei, Y., Wang, L., & Villota, E. (2018). A review of biochar derived from pyrolysis and its application in biofuel production. SF Journal of Material and Chemical Engineering, 1(1007).

Contact Us

For more information about biogas systems and how they can benefit your organization, contact our sustainable energy consulting team today. Embrace green innovation and transform your waste management strategy with the latest biogas solutions.

Antusiasme Biogas & Pirolisis Ramaikan Booth Organics Bali di TPOMI 2024

Antusiasme Biogas & Pirolisis Ramaikan Booth Organics Bali di TPOMI 2024

Isometric illustration of Anaerobic Digester in Organics Bali

Written by

Post terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Pada tanggal 18-19 Juli 2024, Teknologi Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) menjadi ajang penting bagi para profesional industri sawit untuk berkumpul dan berbagi inovasi. Acara ini bukan hanya menjadi tempat bagi kami untuk menunjukkan kapabilitas dalam pengelolaan dan penerapan energi terbarukan di Indonesia, tetapi juga menjadi momen di mana biogas dan pirolisis menjadi pusat perhatian, membuktikan bahwa minat terhadap teknologi pengolahan limbah semakin meningkat.

Fokus Acara dan Minat yang Meluas

Meskipun acara TPOMI ini secara umum berfokus pada teknologi untuk proses produksi di pabrik kelapa sawit, ternyata banyak pengunjung yang tertarik pada topik-topik di luar fokus utama, khususnya terkait konversi POME menjadi biogas dan teknologi pirolisis untuk pengolahan limbah padat seperti janki kosong atau Empty Fruit Bunch (EFB). Ini menunjukkan bahwa aspek pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan semakin penting di industri kelapa sawit.

Hal yang paling menarik adalah, ternyata banyak pengunjung yang sangat tertarik pada teknologi yang memungkinkan konversi Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi bersih melalui biogas. POME yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit memiliki potensi besar untuk diubah menjadi biogas, yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi seperti biogas power generation. Beberapa pengunjung juga menunjukkan minat besar pada bagaimana POME to biogas process flow diagram dan POME biogas plant design dapat diimplementasikan di pabrik mereka.

Jika Anda tertarik untuk melihat lebih lanjut bagaimana teknologi ini diterapkan, silakan kunjungi halaman kami tentang portfolio proyek biogas di Indonesia.

Ragam Pengunjung dan Aktivitas di Booth Kami

Acara yang berlangsung dari pukul 7 pagi hingga 5 sore ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk mill owner, mill manager, engineering, konsultan, lembaga sertifikasi, dan akademisi. Hari pertama acara, khususnya, menjadi sangat padat dengan kunjungan yang terus berdatangan bahkan setelah acara resmi berakhir. Ini menggarisbawahi ketertarikan besar pada proyek dan perusahaan energi terbarukan di Indonesia serta potensi dan inovasi energi terbarukan yang kami hadirkan.

Booth kami tidak hanya menjadi tempat diskusi tentang biogas waste management dan biogas management, tetapi juga menjadi platform untuk berbagi pengetahuan mengenai reaktor biogas dan biogas treatment system. Pengunjung dapat melihat langsung maket biogas plant yang sedang kami bangun di Kalimantan Timur, lengkap dengan sampel biomassa dan biochar hasil pirolisis, yang menarik minat banyak kalangan, termasuk emiten energi terbarukan yang hadir. Untuk memahami lebih dalam tentang biochar, Anda bisa membaca lebih lanjut di website kami.

Konferensi yang Menarik dan Interaktif

Selain interaksi di booth, konferensi yang diadakan selama TPOMI juga menawarkan topik-topik yang relevan dan bermanfaat. Beberapa tema utama termasuk Palm Oil Mill Project Management, aplikasi IoT untuk manajemen performa produksi dan sumber daya manusia, serta teknologi peningkatan kualitas produk minyak sawit. Ini memberikan wawasan mendalam tentang pengertian energi tak terbarukan dan contohnya serta bagaimana biodiesel dan biogas dapat menjadi solusi untuk masalah keberlanjutan di industri ini.

Keberadaan tokoh-tokoh penting seperti perwakilan dari Kementerian ESDM, Dewan Minyak Sawit Indonesia, dan P3PI menambah bobot diskusi, menjadikannya kesempatan emas untuk membahas manfaat sumber energi baru dan terbarukan bagi kelangsungan industri. Diskusi tentang potensi dan inovasi energi terbarukan serta sumber dan teknologi energi terbarukan juga membuka jalan untuk kolaborasi lebih lanjut. Jika Anda tertarik dengan teknologi anaerobik digester yang menjadi topik hangat di acara ini, silakan baca artikel kami tentang proses dan apakah anaerobik digester itu.

Materi Booth dan Respons Pengunjung

Di booth kami, fokus utama adalah pada teknologi biogas dari POME, biogas to power, biogas to compressed biomethane, dan pirolisis untuk produksi biochar dari biomassa tanaman sawit. Banyak pengunjung yang menunjukkan minat pada proses pembuatan biogas dari biomassa ini, terutama karena biogas dapat dihasilkan dari pengolahan limbah seperti kotoran sapi dan sampah sayuran. Proses ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk biogas power generation atau sebagai bahan bakar alternatif.

Pengunjung juga diajak untuk melihat lebih dekat komponen digester biogas dan cara kerja biogas monitoring melalui perangkat yang kami hadirkan. Tidak ketinggalan, berbagai gift menarik seperti datasheet produk, map, mousepad, gantungan kunci, dan pena menjadi suvenir yang diambil oleh banyak pengunjung sebagai kenang-kenangan dan informasi lebih lanjut tentang produk kami. Untuk mengetahui apakah biogas proyek yang menguntungkan, Anda dapat melihat lebih detail di artikel kami apakah biogas proyek yang menguntungkan.

Selain itu, di booth kami juga dipamerkan biogas plant dengan teknologi mutakhir, yang mencakup detail tentang POME treatment system dan pengolahan POME limbah kelapa sawit. Ini menegaskan bagaimana limbah POME yang merupakan limbah sawit dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat melalui POME biogas plant. Untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang potensi biogas, kami akan membahas secara mendalam mengenai potensi biogas di Industri minyak kelapa sawit di Artikel kami. 

Biogas from POME

Teknologi kami mencakup anaerobic digester (AD) dan CSTR. Di Indonesia, lebih banyak digunakan AD karena relatif lebih murah dan mudah dalam hal maintenance dan operasi. Desain AD kami dirancang khusus untuk memastikan keandalan. Untuk detail fitur produk kami, Anda bisa cek di artikel kami tentang desain anaerobik digester. Di pameran, kami juga menghadirkan maket biogas kami agar pengunjung bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang produk dan prosesnya.

Biogas to Power

Biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi, seperti cofiring untuk boiler guna mengurangi biaya pembelian batubara, serta sebagai sumber listrik untuk operasi pabrik, rumah, maupun estate. Listrik dari biogas sangat berguna untuk daerah terpencil yang biasanya jauh dari pusat kota dan biaya listriknya mahal. Untuk referensi proyek kami, silakan cek di link portfolio proyek biogas. Dari portfolio tersebut, kami dapat mencapai kebutuhan listrik hingga 2 MWe untuk kapasitas pabrik sekitar 60 tph. Bahkan ada proyek di mana listriknya dijual ke PLN.

Pyrolysis and Biochar

Biochar saat ini sedang berkembang di Indonesia dan mulai banyak diminati karena biomassa bisa diubah menjadi nilai yang lebih tinggi dan bisa jadi penyubur tanah yang memiliki nilai Carbon Sequestration yang baik. Kami saat ini memiliki lab di Bandung yang menguji dan membuktikan hasil tersebut. Sampel biochar juga dipajang dan dapat dilihat di booth kami.

Untuk desain pirolisis yang telah terinstal, saat ini baru ada di Chile dan Spanyol dengan bahan baku sampah. Desain kami fleksibel dan bisa menyesuaikan jenis bahan baku seperti EFB, palm oil trunk, dan lainnya. Produksi biochar dari residu biomassa mencegah sebagian besar karbon yang terkandung dalam biomassa terlepas ke atmosfer. Pyroclast mengunci hingga 3 ton CO₂ per ton biochar (dengan sekitar 80% kandungan C selama lebih dari 1000 tahun). Jika biochar ini dan CO₂ yang terikat di dalamnya dimasukkan ke dalam penyerap karbon permanen sebagai pembenah tanah atau pengisi, pendaur ulang menerima kredit kompensasi karbon.

Pentingnya Edukasi dan Kesadaran tentang Energi Terbarukan

Partisipasi kami di TPOMI 2024 tidak hanya berhasil menarik perhatian, tetapi juga membuka jalan bagi edukasi lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan energi baru dan terbarukan dan contohnya, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan energi tak terbarukan. Sebagai bagian dari misi kami, kami terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia, dan TPOMI menjadi platform yang ideal untuk memperluas kesadaran ini.

Selain presentasi teknis, kami juga berfokus pada meningkatkan pemahaman pengunjung tentang definisi dan prinsip kerja biogas serta teknologi dan cara pembuatan biogas. Kami percaya bahwa biogas dapat menjadi solusi yang berkelanjutan, dan keberhasilan kami dalam menarik perhatian pada acara ini membuktikan bahwa industri semakin menyadari pentingnya energi terbarukan.

 

Kesimpulan dan Rencana Masa Depan

Secara keseluruhan, kehadiran kami di TPOMI 2024 membuktikan bahwa minat terhadap teknologi biogas dan pirolisis sangat besar, terutama dalam konteks pengelolaan limbah di industri kelapa sawit. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengunjungi booth kami, dan kami berharap dapat terus berkolaborasi untuk mengembangkan solusi energi terbarukan yang lebih baik di masa depan.

Hubungi kami

Untuk informasi lebih lanjut tentang sistem biogas dan manfaatnya bagi organisasi Anda, hubungi tim konsultasi energi berkelanjutan kami hari ini. Sambut inovasi hijau dan transformasikan strategi pengelolaan limbah Anda dengan solusi biogas terbaru.

BIOMETAN TERKOMPRESI SEBAGAI SOLUSI MENINGKATNYA BIAYA BAHAN BAKAR

BIOMETAN TERKOMPRESI SEBAGAI SOLUSI MENINGKATNYA BIAYA BAHAN BAKAR

BIOMETAN TERKOMPRESI SEBAGAI SOLUSI MENINGKATNYA BIAYA BAHAN BAKAR

Pemanfaatan aliran limbah untuk menghasilkan biogas guna menggantikan bahan bakar fosil merupakan solusi yang hemat biaya dan ramah lingkungan. Harga biogas disesuaikan dengan biaya operasional fasilitas, yang biasanya lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar fosil. Selain itu, jejak karbon dari keseluruhan operasi juga berkurang secara signifikan. Dengan meningkatnya fokus pada kelestarian lingkungan dan meningkatnya harga minyak, biometana terkompresi merupakan alternatif yang baik.

Download the original article from SAWIT Indonesia

Bagi operator dengan aliran lim- bah yang besar, tantangan untuk mendapatkan nilai dari ai limbah mereka sering kali berada di luar keahlian inti mereka. Misalnya, tim manajemen pabrik singkong atau kelapa sawit mungkin tidak memiliki keterampilan dan sumber daya untuk mengembangkan dan melaksanakan proyek biogas. Jalur proses yang rumit dan melibatkan banyak keputusan tek- nis, ditambah dengan perlunya evaluasi ekonomi yang baik, dapat menimbulkan hambatan besar bagi pendatang baru.

Artikel ini bertujuan untuk me- nyederhanakan rute proses biogas, menjelaskan pilihan-pilihan utama yang tersedia, dan memberikan perhitungan sederhana untuk membuat penilaian awal terhadap potensi proyek. Hasil positif dari penilaian ini memerlukan studi kelayakan sistem secara me- nyeluruh.

Ringkasan elemen teknik yang di- perlukan untuk memperoleh manfaat dari aliran air limbah meliputi hal-hal berikut (Lihat Gambar 1 di bawah):

  1. Aliran limbah organik kaya kar- bon, seperti limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) atau limbah cair pabrik singkong.
  2. Pengolah anaerobik untuk men- gubah karbon organik menjadi biogas.
  3. Fasilitas pembersihan dan pe- misahan biogas untuk meng- hasilkan gas yang kaya metana.
  4. Sistem kompresi dan penyimpa- nan untuk memfasilitasi penggu- naan biometana terkompresi.
  5. Sistem untuk menyalurkan biometana terkompresi seb- agai produk yang layak secara komersial.

Untuk memperkirakan nilai aliran limbah, penilaian kasar dapat dilakukan dengan menggunakan kuantitas Tan- dan Buah Segar (TBS) yang diproses oleh pabrik kelapa sawit. Misalnya, sebuah pabrik yang menangani 60 ton TBS per hari memerlukan 5,5 ton air per ton TBS sehingga menghasilkan laju aliran harian sebesar 330 meter kubik POME. Dengan menggunakan ni- lai standar kuantitas karbon organik di POME, kita mendapatkan potensi meta- na konservatif sebesar 5 ton per hari.

Meskipun 1 kg metana mengandung energi yang setara dengan 1.385 liter solar, mesin diesel lebih efisien diband-ingkan mesin yang menggunakan bio- metana terkompresi. Dalam praktiknya, angka 1,2 liter solar per kg metana lebih mendekati kinerja sebenarnya. Artinya, produksi metana harian dari pabrik ke- lapa sawit berkapasitas 60 ton per hari akan setara dengan sekitar 6.000 liter solar. Hal ini memberikan aturan prak- tis yang berguna: satu ton TBS per hari akan menghasilkan sekitar 100 liter se- tara bahan bakar solar per hari.

Seperti semua aturan praktis lain- nya, perhitungan ini tidak memperhi- tungkan variasi individu atau keadaan tertentu yang spesifik. Antara sumber sampah organik dan metana diperlu- kan peralatan untuk mengubah sampah menjadi energi. Dimulai dengan pencer- naan anaerobik (Gambar 1). Ada banyak jenis pencerna yang dapat digunakan, namun secara singkat ini tidak dapat mencakup semuanya. Di Indonesia, ada tiga jenis reaktor utama yang digunak- an. Yang pertama adalah pencerna an- aerobik laguna yang tertutup (Gambar 2), yang pada dasarnya adalah sebuah kolam besar di tanah yang ditutupi dan dilapisi oleh membran HDPE. Ukuran la- guna yang ditampilkan kira-kira 30.000 meter kubik.

Waste Stream

biomass waste

Anaerobic Digestion

biomass waste

Biogas Cleanup

biomass waste

Methane Compression

biomass waste

CBM Storage & Use

Pencerna anaerobik lain yang di- gunakan di Indonesia berbasis tangki, yang disebut reaktor tangki berpen- gaduk kontinyu (CSTR), dan reaktor lapisan lumpur anaerobik aliran atas (UASB). CSTR memerlukan lebih sedikit ruang dibandingkan sistem laguna dan memungkinkan pembuangan lumpur lebih mudah. Namun, alat ini mungkin lebih mahal dan kurang efisien diband- ingkan dengan reaktor laguna tertutup, terutama karena CSTR memiliki waktu retensi yang lebih singkat. UASB tidak cocok untuk air limbah dengan kand- ungan padatan yang dapat mengendap tinggi, seperti POME, namun dapat di- gunakan dengan air limbah yang seba- gian besar memiliki padatan terlarut.

Biogas biasanya terdiri dari 55% hingga 60% metana, dan sisanya adalah karbon dioksida. Hidrogen sulfida, oksi- gen, dan nitrogen dalam jumlah yang lebih kecil mungkin juga terdapat dalam biogas. Jika oksigen atau nitrogen ter- dapat dalam biogas, hal ini biasanya berarti udara masuk ke dalam biogas. Hal ini mungkin disebabkan oleh ma- suknya udara untuk mengoperasikan bioscrubber, atau mungkin hanya kare- na kebocoran. Apa pun penyebabnya, sebaiknya oksigen dan nitrogen berada dalam jumlah minimum karena gas- gas ini akan melewati semua sistem pem- bersihan gas metana yang paling baik dan karenanya mahal.

Hidrogen sulfida harus dihilangkan hingga konsentrasi yang sangat rendah, sebaiknya di bawah 10 ppm atau kurang. Berbagai cara bisa ditem- puh untuk mencapai target tersebut.

Pengaturan yang umum adalah dengan menggunakan bioscrubber untuk menghilangkan hidrogen sulfida dalam jumlah besar, diikuti dengan filter kar- bon untuk pemolesan. Keuntungannya adalah bioscrubber tidak memerlukan bahan kimia dan filter karbon, karena melakukan pemolesan akhir, dapat bertahan lama. Alternatif yang bisa di- lakukan adalah scrubber kimia, yang menggunakan cairan seperti natrium hi- droksida yang memerlukan bahan kimia untuk dibawa ke lokasi, unit spons besi, yang mereaksikan hidrogen sulfida den- gan lapisan oksida logam, dan sistem lain yang menggunakan adsorben. Per- syaratannya adalah memaksimalkan efisiensi dan keandalan penghilangan hidrogen sulfida, sekaligus meminimal- kan biaya modal dan operasional.

Project: PT Evans, Desa, Kalimantan Timur

Setelah menghilangkan sisa gas,langkah selanjutnya adalah memisah- kan metana dari karbon dioksida. Ada beberapa metode yang sudah ada un- tuk melakukan hal ini. Pendekatan yang umum adalah dengan menggunakan adsorben saringan molekuler dalam konfigurasi ayunan tekanan. Dalam proses ini, karbon dioksida diserap ke dalam bahan saringan di bawah tekan- an, yang kemudian dilepaskan ketika tekanan diturunkan. Tekanan proses berlangsung secara siklis.

Perkembangan yang lebih baruadalah penggunaan membran, dimana tekanan konstan diterapkan, sehingga mengurangi kebutuhan energi untuk mencapai pemisahan.

Pilihan ketiga untuk pemurnian metana yang efektif adalah scrubbing air. Proses ini dapat mencapai tingkat penghilangan karbon dioksida yang tinggi, meskipun sesuai dengan naman- ya, proses ini memerlukan air dalam jumlah yang relatif besar.

Pada tahap proses ini, gas metana setidaknya akan memiliki kemurnian 97%, dengan asumsi bahwa konfigur- asi proses telah meminimalkan kadar oksigen dan nitrogen. Ini cukup baik untuk digunakan sebagai bahan ba- kar kendaraan. Untuk menyimpan dan mengangkut metana, metana harus dikompresi atau dicairkan. Pencairan memiliki keuntungan dalam memberi- kan kepadatan energi yang lebih tinggi. Dalam bentuk cair, metana dapat memi- liki massa jenis sekitar 400 kg hingga 500 kg per meter kubik, sedangkan metana yang dikompresi pada tekanan 250 bar memiliki massa jenis sekitar 215 kg per meter kubik. Artinya, satu truk dapat mengangkut lebih banyak metana dalam bentuk cair dibanding- kan dalam bentuk gas bertekanan. Na- mun, peralatan yang dibutuhkan untuk mencairkan dan memelihara metana sebagai cairan jauh lebih mahal diband- ingkan sistem gas terkompresi. Oleh karena itu, biometana didistribusikan secara normal dan digunakan sebagai gas terkompresi.

Kelangsungan hidup biometana se- cara komersial bergantung pada situasi spesifik, namun biometana bisa menjadi sangat menarik jika digunakan untuk menggantikan solar. Dalam skenario dasar yang dipertimbangkan di atas, mengganti biaya 6.000 liter solar per hari saat ini akan menghemat sekitar dua juta dolar AS per tahun. Membangun sistem yang lengkap dari awal memerlukan bi- aya sekitar empat hingga lima juta dolar, dengan harga saat ini dan tergantung pada spesifikasinya. Dengan mempertim- bangkan biaya operasional yang biasan- ya berkisar antara 5% hingga 10% dari biaya modal (sekali lagi tergantung pada spesifikasinya), investasi pada proyek semacam itu tetap menarik.

Dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim dan kondisi planet kita, peluang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melakukan investasi yang layak meru- pakan peluang yang harus ditanggapi dengan serius. Biometana terkompresi juga menciptakan kepastian mengenai harga bahan bakar di masa depan kare- na sayangnya harga minyak tidak akan turun dalam waktu dekat.