Exhibition & Conference TPOMI 2025: Mendorong Circular Economy dan Energi Terbarukan dari Limbah Sawit

Exhibition & Conference TPOMI 2025: Mendorong Circular Economy dan Energi Terbarukan dari Limbah Sawit

Gelaran Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) kembali hadir pada 8–10 Juli 2025, mengusung tema “Updating Technology & Talent for Palm Oil Mill and Downstream.”
Tahun ini, konferensi dan pameran yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan dan P3PI (Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia) menyoroti transformasi besar menuju circular economy (ekonomi sirkuler) dan pemanfaatan biogas energi dari limbah industri sawit.

;

Post Terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya...

Berbeda dari edisi sebelumnya, TPOMI 2025 memperluas fokus ke arah downstream processing, mengajak pelaku industri untuk membangun circular business model yang efisien dan berkelanjutan.
Melalui sesi seperti “Mill Operational Excellence” dan “Growing with Precision: When Agriculture Meets Spatial Technology,” para pembicara menekankan pentingnya integrasi teknologi digital, otomasi, dan pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi hijau.

Dalam konteks circular economy and sustainability, limbah cair pabrik seperti Palm Oil Mill Effluent (POME) atau POME kelapa sawit kini dilihat bukan sebagai buangan, melainkan bahan baku berharga untuk biogas plant dan biogas power plant yang dapat menghasilkan listrik (biogas menjadi listrik).

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

Biogas dan Energi Terbarukan dari POME

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah pemanfaatan anaerobic digester atau digester biogas untuk mengolah POME sawit menjadi biogas berkualitas tinggi.
Proses ini tidak hanya menekan emisi gas rumah kaca, tapi juga menghasilkan biomethane yang dapat dimurnikan menjadi bioCNG (Compressed Biomethane Gas).
Bagi banyak peserta, bio CNG adalah solusi masa depan untuk menggantikan LPG dan solar di sektor industri maupun transportasi.

Beberapa panel juga membahas pemanfaatan biodigester dan biodigester sampah organik yang mampu mengubah biogas dari sampah organik, biogas dari kotoran sapi, dan kotoran hewan menjadi sumber energi berkelanjutan.
Teknologi ini memperkuat arah sustainable agriculture, di mana limbah organik kembali memberi nilai tambah bagi rantai produksi pertanian dan perkebunan.

Klik di sini untuk melihat portofolio proyek biogas kami di Sumatra dan Kalimantan — dari sistem pembangkit listrik biogas (PLT Biogas) hingga generator biogas yang efisien untuk pabrik kelapa sawit.

Klik di sini untuk melihat portofolio proyek biogas kami di Sumatra dan Kalimantan — dari sistem pembangkit listrik biogas (PLT Biogas) hingga generator biogas yang efisien untuk pabrik kelapa sawit.

Kehadiran Organics di Exhibition

Tidak kalah menarik, Organics juga turut hadir dalam pameran TPOMI 2025, menampilkan inovasi pengolahan limbah organik padat menjadi biochar.
Solusi ini mendapatkan banyak perhatian dari para pengunjung, terutama karena biochar tidak hanya meningkatkan kualitas tanah dan efisiensi pupuk, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tambahan melalui skema carbon credit.
Dengan pendekatan ini, limbah padat sawit yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini menjadi bagian penting dari ekonomi sirkuler, mendukung visi sustainable agriculture yang lebih hijau dan menguntungkan.

Klik di sini untuk membaca artikel kami tentang biochar dari tandan kosong kelapa sawit (EFB) — bagaimana biochar meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Dari Biogas ke Listrik dan Industri Hilir

Beberapa perusahaan turut menampilkan inovasi generator biogas dan biogas generator untuk skala pabrik maupun komunitas.
Teknologi pembangkit listrik biogas (PLT Biogas) kini semakin efisien dan mudah diakses, menjadikan investasi di sektor ini semakin menarik dengan harga biogas yang kompetitif dibanding energi fosil.
Selain itu, integrasi biogas power plant dengan sistem digital seperti IoT & ERP Automation menjadi topik hangat di sesi teknologi.

Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknologi BioCNG dan potensi biomethane sebagai bahan bakar bersih masa depan.

Kehadiran Dirjen Industri Agro

Momen penting TPOMI 2025 adalah kehadiran Ir. Putu Juli Ardika, MA, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, yang membuka acara dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkuler serta pengembangan energi bersih berbasis biogas dari limbah sawit.


Beliau menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan, riset, dan investasi untuk mempercepat transformasi industri kelapa sawit menuju sistem energi terbarukan dan keberlanjutan.

Menuju Masa Depan Energi Hijau

Dengan mengangkat isu-isu seperti bioCNG, biodigester, dan anaerobic digester, TPOMI 2025 tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi, tetapi juga ruang dialog strategis bagi pelaku industri, akademisi, dan pemerintah untuk membangun masa depan sawit yang efisien, bersih, dan berdaya saing tinggi.]


Partisipasi aktif seperti yang dilakukan oleh Organics memperlihatkan bahwa solusi biogas dan biochar kini menjadi bagian integral dari circular economy dan sustainable agriculture — mengubah limbah menjadi sumber energi, nilai ekonomi, dan masa depan yang lebih hijau bagi industri sawit Indonesia.

Ingin Mengolah Energi Terbarukan Dari Bio Digester?

Hubungi Organics Bali untuk konsultasi gratis, cek katalog produk, dan temukan bio digester yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

POME Waste to Biogas – PT EVANS

POME Waste to Biogas – PT EVANS

Digester Biogas dari Palm Oil Mill Effluent (pome)

PT EVANS

East Kalimantan

The project was for the design, installation, and commissioning of a Closed Lagoon Bio-Reactor (CLBR) for the treatment of palm oil mill effluent (POME).

The objective of the project was to meet the environmental and operational objectives of the managing company. High levels of COD can be converted into biogas using a process of Anaerobic Digestion (AD). This involves maintaining the effluent produced by the palm oil fabrication process being retained in a covered lagoon for a period of up to 30 days. The process results in the conversion of COD into biogas, with a methane content of around 60%. Rather than being emitted into the atmosphere, the methane is collected and used in spark-ignition engines to provide energy to the mill.

This not only reduces the environmental impact of the process, but also results in an improvement in the operational efficiency of the plant.

Project Specification

  • The project was designed to treat the palm oil effluent produced from the production of palm oil.
  • The mill handles 60 tonnes per hour of fresh fruit bunch generating 600m3 of wastewater a day.
  • The lagoon was designed to accommodate 23,300m3 of wastewater from a factory that processes 60 tonnes per hour of Fresh Fruit Bunch.
  • It was designed to handle up to 34,370Nm3/day (1,432Nm3/hour)  of biogas, the equivalent of 2.9 MWe.
  • Total project budget, including permissions, land preparation and power generation equipment of USD $4 million.

Impact

reduce energy emission cofiring

POME Waste to Biogas – PT EVANS

POME Waste to Biogas – PT EVANS

Digester Biogas dari Palm Oil Mill Effluent (pome)PT EVANSEast KalimantanThe project was for the design, installation, and commissioning of a Closed Lagoon Bio-Reactor (CLBR) for the treatment of palm oil mill effluent (POME). The objective of the project was to meet...

Work With Experts in Waste to Energy Project – Contact Us Now!

organics

ORGANICS ASIA COMPANY LIMITED

CONTACT US

Head Office

51/282 Moo 7,

Mueang Ake - Phase 1,

Viphawadee - Rangsit Road,

T. Lak Hok. Mueang,

Pathumtani 12000

ORGANICS GROUP

Data Privacy and Protection Policy

Organics Privacy Policy

Updated June 2025

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post Terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya...

Perusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global mengurangi jejak karbon seperti dalam komitmen Net Zero Carbon 2060.

Industri di Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, kebutuhan untuk terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas menjadi tuntutan pasar yang tak terelakkan. Namun, di sisi lain harus segera mencapai Net Zero Carbon 2060. Bagi para Manajer Pabrik dan jajaran Direksi, tantangan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang memerlukan solusi konkret. 

Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana solusi biogas dapat membantu industri Anda mengatasi tantangan emisi, mengoptimalkan biaya, dan membangun citra perusahaan yang bertanggung jawab.

Indonesia memiliki potensi besar limbah organik dan menurut perhitungan oleh pemerintah Indonesia menunjukan, POME di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 1,5 miliar meter kubik biomethane per tahun—setara dengan 1,1 miliar liter solar. Limbah ini, yang sering dianggap sebagai masalah, sebenarnya adalah sumber daya energi yang belum dimanfaatkan.

Memilih biogas berarti mengambil langkah strategis yang menguntungkan secara finansial dan lingkungan. Dengan teknologi biogas, perusahaan Anda bisa:

  • Mengubah Limbah Menjadi Energi: Alih-alih mengeluarkan biaya untuk pengelolaan limbah, Anda bisa mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan, mengurangi biaya operasional, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Mencapai Target Net Zero Carbon: Biogas secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini adalah langkah nyata perusahaan menuju keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

Perusahaan biogas di Indonesia seperti PT Organics Bali berperan sebagai mitra penting dalam transisi energi ini, menyediakan keahlian untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan fasilitas biogas yang efisien. Ini adalah investasi cerdas yang mengubah masalah limbah menjadi solusi energi yang bersih dan menguntungkan

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan & Dukungan Regulasi Pemerintah Indonesia

  • Manfaat Ekonomi: Mengurangi biaya operasional dengan mengubah limbah menjadi energi, membebaskan perusahaan dari fluktuasi harga bahan bakar fosil.
  • Manfaat Lingkungan: Meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon, membantu perusahaan mencapai target Net Zero Carbon dengan mengubah metana limbah menjadi sumber energi bersih.
  • Dukungan Regulasi: Pemerintah Indonesia mendukung pengembangan biogas melalui Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022, memberikan landasan hukum yang kuat bagi investasi di sektor ini.

Insentif pajak untuk perusahaan energi terbarukan di Indonesia mencakup Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh), fasilitas impor, dan fasilitas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Peran PT Organics Bali sebagai Perusahaan Biogas di Indonesia

Sebagai mitra strategis, PT Organics Bali hadir untuk menjembatani tantangan industri dengan solusi energi terbarukan. Perusahaan ini bukan sekadar penyedia teknologi, melainkan bagian dari Organics Group, sebuah grup global dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang energi bersih dan pengelolaan limbah. Dengan rekam jejak lebih dari 300 proyek di seluruh dunia, Organics Bali membawa keahlian internasional ke pasar Indonesia.

Profil Perusahaan:

  • Spesialisasi: Organics Bali berfokus pada layanan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek energi terbarukan. Mereka ahli dalam mengubah berbagai limbah organik, seperti POME dan limbah singkong, menjadi sumber energi bernilai tinggi.

Pendekatan Solusi: Perusahaan ini tidak menawarkan solusi satu ukuran untuk semua. Sebaliknya, mereka merancang dan membangun sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pabrik, memastikan efisiensi dan hasil yang optimal.

Layanan yang Ditawarkan

Sistem Anaerobic Digestion 
Teknologi inti yang mengubah limbah organik menjadi biogas.

Biogas-to-Electricity

Solusi lengkap untuk mengubah biogas menjadi listrik yang dapat digunakan langsung untuk operasional pabrik atau dijual ke jaringan.

Compressed BioMethane (CBM)

Produksi biomethane berkualitas tinggi yang dapat dikompresi untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan atau industri, setara dengan gas alam

Pirolisis untuk Biochar

Pemanfaatan limbah padat (sludge) dari proses biogas menjadi biochar, pupuk organik yang kaya karbon dan memiliki nilai jual.

Jasa Konsultasi dan Desain

Mulai dari studi kelayakan hingga desain terperinci, memastikan setiap proyek dibangun di atas perencanaan yang solid.

Studi Kasus: Investasi dan ROI Biogas

Berikut gambaran dari proyek nyata di Indonesia, terutama di industri kelapa sawit:

Investasi Awal (CAPEX): Untuk pabrik skala industri, investasi berkisar antara Rp 20 miliar hingga Rp 40 miliar.

Pengembalian Modal (ROI):

  • Penghematan: Pabrik bisa menghemat miliaran rupiah per tahun dari pengurangan biaya bahan bakar fosil (diesel).
  • Pendapatan Tambahan: Potensi penjualan listrik surplus ke PLN.
  • Payback Period: Investasi dapat kembali dalam waktu 1,5 – 3 tahun.
  • IRR: Proyek ini seringkali menghasilkan IRR antara 12% hingga 40%, membuktikan kelayakan finansial yang tinggi.

PT Organics Bali telah berhasil mewujudkan studi kasus ini, membantu klien mengubah limbah POME menjadi sumber energi yang mandiri dan menguntungkan. Ini membuktikan bahwa biogas adalah investasi cerdas untuk efisiensi operasional dan keberlanjutan.

FAQ tentang Implementasi Biogas di Indonesia

1. Seberapa aman instalasi biogas?

Sangat aman. Sistem kami dilengkapi kontrol otomatis dan sensor SCADA untuk mencegah risiko. Selain itu flare yang beroperasi secara otomatis untuk menjaga tekanan biogas. Keamanan adalah prioritas utama dan instalasi dibangun sesuai standar internasional.

2. Siapa yang mengoperasikannya?

Staff pabrik bisa mengelola sendiri dengan pelatihan dan panduan yang Organics berikan pada saat serah terima atau comissioning

3. Apa produk lain dari proses ini?

Selain energi, proses ini menghasilkan bio-slurry (pupuk organik) yang dapat digunakan sendiri atau dijual, menciptakan sumber pendapatan baru.

4. Berapa lama instalasi biogas bisa selesai?

Pembangunan instalasi skala industri umumnya membutuhkan waktu 12 bulan. Namun kami menjamin ketepatan timeline proyek sesuai dengan kontrak. Durasi ini bergantung pada kompleksitas proyek, perizinan, dan skala instalasi yang dibutuhkan untuk mengolah limbah pabrik Anda.

Ingin Mengolah Energi Terbarukan Dari Bio Digester?

Hubungi Organics Bali untuk konsultasi gratis, cek katalog produk, dan temukan bio digester yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya terbuang.

Di Indonesia, kebutuhan akan pengelolaan limbah berkelanjutan semakin mendesak, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun industri pariwisata. Organics Bali menyediakan solusi bio digester skala industri yang andal, efisien, dan berkelanjutan, membantu perusahaan mengelola limbah sekaligus menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

;

Post Terbaru

Perusahaan Biogas di Indonesia – PT Organics Bali

Post TerbaruPerusahaan biogas di Indonesia menjadi sangat krusial dalam proses pengolahan limbah organik & menyediakan energi terbarukan sebagai alternatif energi bersih untuk lingkungan. Peran perusahaan Biogas juga sebagai pilar untuk mencapai tujuan global...

Bio Digester solusi Renewable Energy & Efisiensi

Bio Digester adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah limbah organik menjadi energi biogas dan pupuk organik berkualitas. Solusi ini membantu mengurangi pencemaran, menyediakan energi terbarukan, sekaligus memberi nilai tambah dari sisa limbah yang biasanya...

Bio digester adalah sebuah alat yang dirancang untuk mengolah limbah organik seperti sisa makanan, kotoran ternak, atau limbah pertanian menjadi energi terbarukan berupa biogas serta menghasilkan pupuk organik. Proses ini terjadi melalui fermentasi anaerob, yaitu penguraian oleh bakteri tanpa oksigen.

Fungsi utama bio digester bukan hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga memberi manfaat ganda: menyediakan energi bersih yang bisa digunakan untuk memasak atau listrik, serta menghasilkan pupuk cair maupun padat yang bermanfaat bagi pertanian. Dengan cara ini, limbah yang tadinya jadi masalah berubah menjadi sumber daya yang bernilai.

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

Jenis Bio Digester yang Tersedia

1. Anaerobic Digester – Closed Lagoon Biogas Reactor (CLBR)

Merupakan teknologi paling populer di sektor pertanian dan agroindustri di Indonesia. Sistem ini relatif lebih murah dan cocok untuk pengolahan limbah cair organik dalam skala besar seperti POME (Palm Oil Mill Effluent). CLBR banyak dipilih karena konstruksi sederhana, biaya investasi lebih rendah, dan mudah dioperasikan.

2. Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)

Sistem digester dengan pengadukan kontinyu yang cocok untuk industri dengan lahan terbatas, karena membutuhkan area yang lebih kecil dibanding CLBR. Walaupun investasi lebih tinggi dan kontrol operasional lebih kompleks, CSTR memberikan efisiensi tinggi dalam produksi biogas serta stabilitas proses.

3. Dry Cell Anaerobic Digester (DCAD)

Teknologi terbaru yang dirancang untuk mengolah municipal solid waste (MSW) atau limbah organik dengan kadar padatan tinggi (>35%). Tidak membutuhkan pencampuran air, sehingga lebih hemat energi dan fleksibel untuk berbagai jenis feedstock (sampah organik perkotaan, limbah kebun, sisa pertanian, hingga litter ternak). Selain menghasilkan biogas, digestate yang dihasilkan dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk cair, RDF, atau biochar

Cara Kerja Bio Digester

Proses kerja bio digester sebenarnya cukup sederhana, namun memberi hasil yang besar. Secara garis besar, langkah-langkahnya seperti ini:

  1. Input Limbah Organik
    Limbah yang bisa dimasukkan meliputi kotoran ternak, sisa makanan, limbah dapur, dan sisa pertanian. Semua bahan ini dialirkan ke dalam tangki bio digester.

     

  2. Proses Fermentasi Anaerob
    Di dalam tangki, bakteri pengurai bekerja tanpa adanya oksigen. Proses ini menghasilkan gas metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂) yang kemudian terkumpul di ruang atas digester.

     

  3. Produksi Biogas
    Gas metana yang terbentuk dialirkan melalui pipa khusus dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, misalnya untuk memasak atau bahkan pembangkit listrik skala kecil.

     

  4. Hasil Samping (Digestate)
    Selain biogas, proses ini juga menghasilkan pupuk organik cair dan padat. Pupuk ini bisa langsung dimanfaatkan untuk lahan pertanian atau dijual sebagai produk tambahan.

     

  5. Pemanfaatan Energi & Pupuk
    Biogas yang dihasilkan mengurangi ketergantungan pada LPG atau listrik konvensional, sementara pupuk organik meningkatkan kesuburan tanah tanpa efek samping bahan kimia.

     

Dengan alur sederhana ini, bio digester mampu mengubah limbah yang biasanya jadi masalah menjadi solusi energi dan pertanian yang berkelanjutan.

Contoh Penerapan dan Manfaat Ekonomi

SegmenContoh PenerapanManfaat Ekonomi
Agroindustri SawitPemanfaatan POME (Palm Oil Mill Effluent) dengan CLBR untuk menghasilkan biogas.Hemat biaya energi pabrik, efisiensi pengelolaan limbah cair, peluang tambahan dari penjualan listrik atau BioCNG, serta potensi carbon credit.
Industri Pangan & MinumanInstalasi CSTR untuk mengolah limbah cair organik dengan efisiensi tinggi.Mengurangi biaya pengolahan limbah, pasokan energi stabil untuk operasional, serta penghematan biaya energi jangka panjang.
Pengelolaan Sampah PerkotaanPenggunaan DCAD (Dry Cell Anaerobic Digester) untuk municipal solid waste (MSW) dan limbah organik padat.Mengurangi beban TPA, produksi biogas untuk energi lokal (listrik/BioCNG), pendapatan baru dari kompos, pupuk, RDF, atau biochar.
Rumah Potong Hewan & Peternakan Skala BesarDigester industri untuk mengolah kotoran ternak dan limbah pemotongan.Menurunkan biaya energi, mengurangi bau dan pencemaran, menghasilkan pupuk organik bernilai jual.

Peran Organics Bali

KONSULTASI

Memberikan konsultasi untuk menentukan kapasitas dan jenis bio digester yang sesuai.

INSTALASI

Menyediakan layanan instalasi sesuai kondisi lapangan.

KOMISIONING

Melatih pengguna dalam perawatan harian dan pemanfaatan hasil.

KONSULTASI

Memberikan konsultasi untuk menentukan kapasitas dan jenis bio digester yang sesuai.

INSTALASI

Menyediakan layanan instalasi sesuai kondisi lapangan.

KOMISIONING

Melatih pengguna dalam perawatan harian dan pemanfaatan hasil.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bio Digester

1. Berapa lama daya tahan bio digester?

Dengan desain rekayasa yang tepat dan perawatan rutin, bio digester skala industri bisa bertahan hingga 15–20 tahun. Kualitas material tangki serta sistem kontrol berpengaruh besar terhadap umur pemakaian.

2. Berapa kapasitas biogas yang bisa dihasilkan?

Kapasitas tergantung pada teknologi yang digunakan, volume, dan jenis limbah organik yang diolah.

  • CLBR (Closed Lagoon Biogas Reactor): cocok untuk POME dengan kapasitas sangat besar di sektor kelapa sawit.

  • CSTR (Continuous Stirred Tank Reactor): lebih efisien, cocok untuk industri dengan lahan terbatas.

  • DCAD (Dry Cell Anaerobic Digester): efektif untuk limbah padat seperti municipal solid waste (MSW).

Idealnya, limbah POME (Palm Oil Mill Effluent) memiliki nilai COD dan BOD yang tinggi, sehingga menghasilkan banyak gas metana dibandingkan limbah cair lainnya.

3. Apa saja bahan baku yang bisa dimasukkan?
  • Limbah cair industri pangan dan minuman

  • POME (Palm Oil Mill Effluent)

  • Kotoran ternak skala besar

  • Sampah organik perkotaan (food waste, green waste, agricultural residue)

Bahan kimia berbahaya, plastik, logam, atau benda keras tidak boleh dimasukkan karena dapat merusak sistem.

4. Apakah hasil sampingnya aman digunakan?

Ya. Digestate dari bio digester bisa diolah menjadi pupuk organik cair maupun padat, kompos, RDF, atau biochar. Produk samping ini bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan karena mengandung nutrisi alami dan aman untuk pertanian.

Ingin Mengolah Energi Terbarukan Dari Bio Digester?

Hubungi Organics Bali untuk konsultasi gratis, cek katalog produk, dan temukan bio digester yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Advancing Sustainable Agriculture: The Role of EFB Biochar in Fertilizer Reduction

Advancing Sustainable Agriculture: The Role of EFB Biochar in Fertilizer Reduction

Biochar derived from empty fruit bunches (EFB) of oil palm is gaining attention as a natural and sustainable solution to tackle various agricultural challenges. This innovation not only enhances soil quality and crop yields but also helps reduce the environmental impact of chemical fertilizers and greenhouse gas emissions. This article explores the benefits of EFB biochar, the challenges of its implementation, and its great potential in supporting sustainable farming practices, particularly in Southeast Asia.

 

This blog is derived from : SAWIT INDONESIA VOL.XIII EDISI 160 – 15 FEBRUARI / 15 MARET 2025
.
Written by Organics. Any reproduction or distribution of content without permission is prohibited.

Interested in the full Biochar article? Contact us to download the complete version!

[contact-form-7 id=”a484569″ title=”SAWIT vol XIII no 160″]

Recent Post

POME Waste to Biogas – PT EVANS

Digester Biogas dari Palm Oil Mill Effluent (pome)PT EVANSEast KalimantanThe project was for the design, installation, and commissioning of a Closed Lagoon Bio-Reactor (CLBR) for the treatment of palm oil mill effluent (POME). The objective of the project was to meet...

EFB biochar offers an innovative way to reduce dependency on chemical fertilizers while improving soil fertility. Produced through pyrolysis—a process that heats biomass in low-oxygen conditions—biochar retains essential nutrients such as potassium, phosphorus, and carbon. When applied to soil, it improves structure, enhances water and nutrient retention, and supports microbial activity.

 

Organics Pyrolysis - PyroclastTM

The porous nature of biochar helps hold water and nutrients, making it especially effective in reducing nutrient loss in erosion-prone areas. When used alongside chemical fertilizers, biochar creates a synergistic effect that boosts nutrient uptake efficiency and lessens the environmental footprint of intensive farming.

Beyond soil benefits, biochar also plays a vital role in climate change mitigation. Its stable carbon structure enables long-term carbon storage in the soil. In rice cultivation, biochar has shown potential to reduce methane emissions by up to 43%, while still improving yields—a promising approach to lowering the environmental impact of rice production.

Despite its benefits, widespread adoption of biochar faces challenges, particularly high production costs and limited awareness among smallholder farmers. Financial support, targeted policies, and educational outreach are essential to encourage its use. Further research is also needed to tailor biochar applications to different agricultural systems.

With proper support, EFB biochar holds great promise in building a more resilient, efficient, and environmentally friendly agricultural future in regions like Southeast Asia.

 

Interested in the full Biochar article? Contact us to download the complete version!

[contact-form-7 id=”a484569″ title=”SAWIT vol XIII no 160″]

Work With Experts in Waste to Energy Project – Contact Us Now!